Kalian Tetap Sahabatku

Oleh: Lailatul Nikmah (XI MIA 2)

Sang mentari mulai menampakkan cahayanya. Seorang pria muda nan tampan bernama Ajul ini belum juga terbangun dari tempat tidurnya. Alarm pun sudah berbunyi, tapi ia belum juga tersadar. Sesosok ayah tua nan berwibawa itu memasuki kamar tidurnya, dengan lembut ayah ini membangunkan pria kecilnya dan kesekian kalinya pria itu sadar dari bunga tidurnya.

“Ada apa yah, masih ngantuk nih,” ucap pria itu setengah sadar

“Udah jam berapa ini sayang, engkok kari budal sekolah loh.” Jawab Ayahnya.

“Emang jam berapa yah?” Tanya Ajul “Jam 06.30”. Jawab ayahnya lagi.

“Hah! Jam 06:30 ?? Hadehh udah mau telat ni” ucapnya ia pun bergegas untuk mandi, ia menuju ruang makan untuk berpamitan kepada ayahnya.

“Yah,, Ajul berangkat dulu ya..,” Ucap Ajul sambil berlari menuju garasi

“Gak sarapan dulu nak?”, teriak Ayahnya dari halaman belakang rumah

“Nggak yah, nanti saja di sekolah, sudah telat ini” ucap Ajul yang mengambil kunci motor.

#######

Gerbang sekolah udah hampir ditutup, melihat pak satpam sedang berbicara dengan orang, Ajul mencuri kesempatan itu untuk masuk. Ajul yang telah memakirkan sepedanya. Ia berlari menuju kelas

Sesampainya di kelas, dia mendengar seorang guru yang sedang menjelaskan pelajaran kimia hari ini.

“Astaghfirullah, ini sudah telat banget, mati aku kena hukum pak Agus..” kata Ajul dengan pelan-pelan Ajul pun memasuki kelasnya

“Ajull…sudah telat masuk gak pakek salam lagi” ucap pak Agus.

 “Maaf pak” kata Ajul

“Kamu tahu, berapa lama kamu telat?” Tanya pak Agus “15 menit pak” jawab Ajul

“Berdiri di depan kelas selama 15 menit dan kerjakan soal yang ada di depan” perintah pak Agus

“Baik pak” jawab Ajul

Ajul pun meletakkan tas di tempat duduknya dan mulai mengerjakan soal di papan tulis.

Untungnya tadi malam ia belajar coba kalau tidak. Setelah selesai mengerjakan soal dan berdiri di depan kelas selama 15 menit Ajul pun kembali ke tempat duduknya.

Jam pelajaran telah usai, sekarang waktunya mereka beristirahat setelah 4 jam pelajaran berkutik dengan berbagai rumus fisika dan kimia.

“Uh akhirnya waktu istirahat, ke kantin yuk” ajak Beni

“Ayoo” jawab Ajul. Sesampainya di kantin, orang-orang pada asik bergosip dan bercanda sendiri dengan teman-temannya. Ajul dan Beni pun menghampiri salah satu teman mereka.

“Lagi ngapain sih kayaknya seru amat” tanya Ajul

“Ituloh Jul ada murid baru, katanya sih cantik” Jawabnya

“Oh” jawab Ajul

“Kamu gak tertarik gitu Jul sama murid baru yang cantik?” Tanya Roni “Gak!!, aku sekolah itu untuk cari ilmu bukan cari cewek!” Jawab Ajul

“Oh ya Dimas mana?” Tanya Ajul

“Eh iya-iya dimana tuh bocah” kata Beni

” Ngapain kamu nyari aku??” Tanya Dimas sinis

“Hei Mas mau saja aku cari kamu, oh ya kimianya gimana nih?” Jawab Ajul

“Gak tau lah dan mulai sekarang gak usah cari aku lagi deh. Aku muak sama sikap kamu, yang senak-enaknya suruh teman-teman kamu sedangkan kamu sendiri tidak mau ikut bekerja!” Bantah Dimas

“Kata siapa aku gak ikut bekerja sama? Kamu itu yang kemana aja! Dicariin malah pergi ke kantin, masih nyalahin aku hah?” Tanya Ajul

“Iya Mas, kamu jangan marah-marahin Ajul lihat kamu sendiri … lagian kita gak merasa tuh disuruh sama Ajul, ya kan teman-teman?” kata Beni

“Halah Dia gitu cuma mau cari perhatian guru biar dibilang rajin” sinis Dimas

“Terserah kamu deh Dim kalau kamu masih mau gabung sama kelompok kita silahkan, tapi kalau nggak mau silahkan cari kelompok lain” Kata Beni

“Hei Beni sadar kamu itu cuma dimanfaatin sama dia sadar Ben” Kata Dimas

“Hei Dimas anak orang terkaya di sekolah ini, kalau kamu iri sama Ajul bilang boss, wkwkwk ya gak teman teman” ejek Beni

“Sudah teman-teman ini kantin gak enak dilihatin banyak orang” tegur Ajul

“Apa ??? aku iri sama Ajul ihhh kaya juga lebih kaya aku, keren juga kerenan aku, hahaha” kata Dimas

“Tapi otak lebih pintaran Ajul dibanding kamu, ya tuhan masih aja ada manusia macam ini” kata Beni

Tett teettt teeett

Bel masuk telah berbunyi anak-anak segara masuk menuju kelasnya masing-masing

“Assalamualaikum anak-anak gimana kimianya sudah selesaikah? Ada pertanyaan?” tanya pak Agus

“Tidak pak” jawab anak-anak

“Oke sekarang kalian berkumpul dengan kelompok kalian masing-masing!” Suruh pak Agus

“Baik pak” jawab anak-anak      

Disaat yang lain sudah berkumpul dengan kelompoknya Dimas sibuk memainkan laptopnya dan tidak ikut serta dengan  kelompoknya

“Dimas, main laptop aja mau saya sita laptopnya? sana kumpul sama teman-teman kamu!” suruh pak Agus

“Maaf pak saya nggak punya kelompok” jawab Dimas

“Gak punya katamu, lihat papan, kamu kelompok 3 sama Ajul, Beni, dan Doni” kata pak Agus “Saya gak mau pak satu kelompok sama mereka seenaknya sendiri” kata Dimas “Hei…Dimaass..sadar dirii dong” teriak Beni dari jauh

“Beni gak boleh ah, aku mau ke pak Agus sama Dimas dulu ya, tolong kalian selesaikan dulu soal yang belum terjawab” kata Ajul

“Okee ” kata Doni

Ajul pun menghampiri pak Agus dan Dimas “Maaf pak ada apa ya ini” tanya Ajul

“Ajul, Dimas kelompokmu kan?” Tanya balik pak Agus

“Iya pak” jawab Ajul

“Oh ya Dim ayo kesana teman-teman sudah menunggu” ajak Ajul

“Kenapa sih Jul kamu baik sekali, jujur aku iri sama kamu, kamu punya keluarga yang utuh yang humoris, banyak teman, pintar, sedangkan aku?” Kata Dimas

“Mass kamu salah, teman-teman sebenarnya peduli perhatian sama kamu, cuma kamunya yang kebawa perasaan” kata Ajul

“Iya yah Jul, aku minta maaf ya Jul” kata Dimas

“Iyah sudah aku maafin kok, yaudah ayoo kesana teman-teman sudah nungguin” ajak Ajul

Dan akhirnya karena kerja keras dan kekompakan kelompok mereka berhasil mendapatkan nilai tertinggi di kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!