Cerita Inspiratif (Edisi : 29 Agustus – 3 September 2022)

Cerita Inspiratif (Edisi : 29 Agustus – 3 September 2022)

Ya Tuhan Emak, plis deh!!
Pagi buta saya ke warung dekat rumah, belanja tempe, krupuk, bayam dan wortel untuk sarapan pagi sama nanti siang, karena telur sudah terstok di kulkas.
Menyusul belakang saya seorang ibu juga yang lebih muda dikit.
Tak tahu awal mulanya, beliau cerita banyak senggol beberapa nama tetangga dikupas tuntas,
Saya membayar dan langsung pamit, “ Duluan nggih, ditunggu anak-anak”
Ibu tadi lanjutkan ceramahnya.
Disambung dengan ibu lebih muda lagi, nambahin cermahnya dengan menyendok nama artis dan tokoh trending topik di medsos, tembak sana sini. Digoreng diaduk diblender, tajam dan seru!!
Saat saya sudah men-starter motor setengah jam kemudian, FGD, (focus group discussion) itu masih lanjut. Hhmm….
Duh Emak…
Berapa kepala yang tersangkut tadi?
Berapa kabar yang terkucur tadi?
dan berapa-berapa lagi….
Kasihan ibu yang menjaga warung itu, berapa keping rupiah untung yang diraup, berbanding catatan dosa mendengar celoteh emak-emak tersebut.
Atau pemilik warung bikin banner saja begini,’ membeli tanpa menghibahi, belanja tanpa memfitnah’ Ha..ha…
Dijamin aman….insya Allah
Bagaimana dengan anda?
Jika akan belanja ke warung, nyalakan kompor, nyalakan setlika, dan nyalakan alarm sebagai alasan kita terburu-buru dan berpamitan keluar dari forum itu.
Jajal ta…ha..ha…
(aa)

Andai hidup semudah bermain laptop
1. Begitu kita salah langkah atau salah ucap bisa langsung mendelete, bersih tak berbekas. Tidak harus menyembah-nyembah minta maaf, murung penuh penyesalan.
2. Pingin mengulang cerita manis yang barusan berlalu, langsung deh control Z untuk meng-undo. Biasa saja, gak pake baper
3. Tapi, jika cerita itu sudah terpendam di tikungan dan belokan lewatan umur kita, ya sudah control F, untuk menemukan sweet story yang terpendam. Hhhhmmm
4. Kita tak suka dengan sesuatu atau seseoarang, pingin menyingkirkannya untuk sementara saja, mudah itu, semudah control X alias cut, kemudian simpan di tempat lain. Jika butuh menayang ulang sebagai pemanis kehidupan, bisa control V copy paste.
5. Namun jika kita ingin membuang selamanya, menyesakkan dada, memberatkan jiwa. Ya sudah dengan berat hati, bismillah control A, delete!!, it’s the end1! terbuang deh…
6. Melihat sesuatu kok look-nya bagus, tanpa usah berpikir panjang, mikir duit atau pantas dll, langsung saja deh control C untuk mengcopy dan tempelkan di tubuh kita dengan control v untuk mem-paste, easy sekali kan. Ha…ha…
7. Hidup ini kok susah ya, begini dikomeni terlalu kesini, tampil begitu, dijuliti terlalu minggir dan kesitu. Repot, rewel, angel!!
Langsung saja deh, control J agar rata kanan kirinya, yupss!! para netizen terbungkam, cep!!
8. Lelah jiwa raga? Langsung saja menuju power, pilih sleep, tenang, damai, beres!!. Yang penting jangan di shutdown ya, masih banyak tugas negara dan rumah tangga yang menjadi impian kita butuh sentuhan lentiknya jari dan senyum manis kita.
Semangat kawan!!
#happy_freday
#nisrin
(aa)

Atom
Barusan dapat ilmu dari Bu Ratna, guru Kimia kami.
Tentang karakter atom yang selalu nyebrang sana-sini, kumpul dengan dia dan mereka.
Buat apa coba? Agar muatan positif negatif dalam dirinya stabil.
Tidak ngerasa positifnya gede sehingga bikin sombong
Atau merasa overload negatif sehingga minder bin putus asa.
Begitulah
Anak-anak kita
(Jika menulis tentang kita, nanti kok takut kita  kesindir.he..he)
Kadang kita lihat mereka yang terbiasa dirumah sendirian, hanya dengan mereka yang harus melayani dan menuruti maunya. Maka yang keluar adalah sifat egois, semau gue, keras kepala, tunjuk ini itu, dan sejenisnya
Atau kita melihat mereka yang di rumah bergumul dengan banyak saudara, sehingga semua serba berbagi, antri, mengalah, lapang dada, sering dimintai tolong dan sejenisnya.
Atau mereka yang dirumah banyak tugas, diperintah ini itu, strengt sana sini, tak ada kesempatan berpikir untuk diri dan sejenisnya.
Atom-atom itu muatannya tidak stabil.
Ada yang terlalu dimanja, keseringan mengalah, sangat tertekan.
Nah
Atom- atom dalam diri anak- anak itu dilepas, diterbangkan….
Dilepas di lingkungan madrasah, pergaulan, komunitas…
Untuk apa?
Agar muatan mereka seimbang, positif negatifnya sebanding, proton dan elektron-nya pas.
Yang egonya level high, mereka harus bersenggolan dengan teman, sehingga egonya bisa ter-erosi.
Yang lelah dengan tugas dan beban di rumah, mereka akhirnya bisa tertawa lepas bermain dan bergaul bersama teman.
Yang terbiasa mengalah, di sini mereka dihargai sehingga temukan konsep dirinya, dan menjadi tangguh.
Polesan ilmu dari para guru men-smoothing mereka sebagai landasan berakhlak karimah, beriman kokoh.
Itulah madrasah, teman, guru…
Medan para atom stabilkan muatan plus dan minusnya.
#happy_maljum
#freday_mabruuk
#nisrin
(aa)

Ini Serius, Kawan
Ba’da Isya, hampir pukul sembilan malam.
Teman lama datang ke rumah, sepertinya barusan pulang kerja.
Saya kaget, ” Lho barusan dari kantorkah?”
“Iya”, jawabnya sambil membanting pantat dan punggungnya di sofa ruang tengah yang memang empuk dan nyaman.
Mari samakan bayangan gambaran sosok teman saya detik itu.
Baju sudah tak harum, matanya tak berbinar, hidungnya kemerahan, kucel!!
Insya Allah batin panjengan dan saya sama, “Duh!”
Kawan,
Seringkali otot dan oeang alias uang tak berjalan beriring.
‘capek; dan ‘cepek-gopek’ tidak bareng
Tulang dibanting, keringat diperas uang tak mengucur, hanya menetes, tes..tes..
Begitulah,
Jika demikian apakah uang menjadi sesatunya alasan kita untuk bekerja?
Jangan, jangan!! no!!
Tidak imbang itu, kasian otot dan otak kita, jiwa dan raga kita.
Geser dikit deh niat dan landasan filosofinya
Bekerja dengan niat khidmah taat atas aturanTuhan bahwa bekerja itu sebagai perintah.
Bekerja dengan niat melaksanakan tanggung jawab sebagai bekal untuk lakukan perintah Tuhan yang lain
Bekerja dengan niat agar bisa membantu orang lain
Bekerja agar bisa menjadi inspirasi bagi yang lain
dan macem-macem
Intinya, bekerja itu nawaitu khidmah dan ibadah. Titik!!
Sehingga kita tak menghubungkan otot dan otak yang keluar dengan tetesan uang. Nanti capek itu! sambat deh!!
Selamat pagi, kawan
Semangat tanpa sambat ya…
(aa)

Kasiani mereka…
Dalam satu ayat Allah menggunakan kata ‘yusabbihu’, pada ayat lain dengan ‘sabbaha’.
Ini menunjukkan semua makhluk yang berada di alam raya ini sedang, akan dan telah mengucapkan tasbih kepada Allah swt.
Apapun, siapapun.
Tehnik bertasbihnya sesuai dengan jabatan makhluk.
Ketika batng tanaman bergoyang karena tiupan angin, itu bertsabih.
Ketika awan naik menuju tekanan udara yang lebih rendah itu bertasbih.
Katak bernyanyi memanggil hujan itu juga bertasbih
Nyamuk terbang, semut bergerak, semuanya itu penanda sedang bertasbih.
Nah
Jika ujung jari kita menggintes semut yang lagi santai berjalan, menepuk nyamuk yang hinggap.
Itu mengurangi jumlah makhluk Tuhan yang bertasbih.
Jadi biarlah makhluk itu tetap bertasbih, cukup tiup, usir saja.
Mari berbagi bersama-sama menghuni planet ini.
Seneng bareng-bareng lah..
Ha..ha…
(aa)

Respon Tubuh
Betapa penciptaan tubuh kita sempurna, mulai dari proses metabolisme tubuh, reprodukasi, koneksi antar urat syaraf, proses gerak tubuh dan semua dan semuanya.
Pagi ini kita belajar tentang Nyamuk dalam matapelajaran Tafsir sains, surat al Baqarah dengan lafadl ‘baudlah’ artinya nyamuk. Nyamuk hewan yang kecil tak berguna tak berdaya, tapi digunakan Tuhan sebagai tamtsil, untuk diambil pelajaran, hikmah.
Nyamuk, ketika menggigit tinggalkan warisan bintik merah dan gatal. Dan itu bagus, karena itu respon tubuh.
Saat kita lelah karena padatnya aktifitas, tubuh akan merespon dengan kepala pusing, hidung beringus, mata berair, makin kesini suhu tubuh meninggi. Itu respon tubuh yang mau protes, ‘Plis juragan, gue capek, istirahat dong..’
Ketika usai berkuliner rujak, bakso, geprek, rendang dengan pedas yang meratap. Perut akan mules, dan diare deh..Itu juga demonstrasinya tubuh, ‘Bestie, cukup ya jangan pedas-pedas, nyeri tau gak sih?’
Sama juga dengan alam ini, jika sistem sekresi, sirkulasi air tidak benar, komposisi air masuk dan keluar tidak pas, alam merespon dengan banjir. Bumi curhat begini, ‘Tuan, saya tenggelam nih, air ngocor terus, ga ada tempat lagi’
Begitulah, pusing, batuk, pilek, suhu tubuh tinggi, gempa semuanya adalah respon makhluk untuk suatu ketidakseimbangan.
Jadi bersyukur Tuhan memberikan tanda-tandanya, sebelum tubuh benar-benar tepar roboh, sebelum alam ini hancur lebur,
Sungguh sempurna Tuhan menciptakan system di alam ini.
Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzdzibaan
(aa)

Sayyidah Aisyah RA
Pagi ini saya mendapat ilmu baru tentang hadist yang dibawa oleh Sayyidah Aisyah RA.
Beliau bermimpi di kamarnya ada tiga rembulan, satu besar dan dua kecil berada di kanan kiri yang besar tadi. Aisyah menanyakan arti mimpi ini ke ayahnya, Sayyidina Abu Bakar, yang memang dikenal sebagai pentakwil mimpi. Sang ayah menjawab, dikamarmu nanti akan dikubur, Rasulullah SAW, dan disampingnya ada dua makam lagi. Dan ternyata dikemudian hari, dikamar tersebut dikuburlah Rasululullah, di kanan kirinya ada makam Abu Bakar dan Umar Radliyallahu anhuma.
Tentang Abu Bakar yang ahli pentakwil mimpi, Rasululullah pernah bertanya kepada Abu Bakar bahwa beliau bermimpi naik tangga, dan Abu Bakar mengikuti tiga tangga dibawahnya. Abu bakar menjawab bahwa dirinya akan meninggal tiga tahun setelah Rasulullah wafat.
Dan itu terbukti.
Disaat Rasulullah kapundut, Aisyah sering berziarah ke makam beliau yang berada di kamar Aisyah, Ketika berangkat posisi busana tertutup, saat di dalam ruang makam, beliau lepas penutup kepalanya. Begitupun ketika Abu Bakar dimakamkan di situ.
Namun kondisi berbeda ketika Umar RA ikut dimakamkan di situ, Aisyah tidak melepas penutup kepalanya.
Ketika dikonfirmasikan ke beliau, Aisyah menjawab, Rasulullah adalah suamiku, Abu Bakar ayahku, maka tak masalah aku membuka penutup kepalaku. Tapi Umar bukan siapa-siapaku, maka aku tak membuka penutup kepalaku.
Dari sini kita memahami bahwa, saat kita berziarah kubur, jenazah itu bisa melihat kita, jadi hati-hati dalam bersikap. Dan sering-seringlah menziarahi makam auliya serta orang tua dan kerabat serta kekasih kita, itu pengobat rindu.
Allaahumma sholli wasallim ‘alaa Muhammad
(aa)

Pengamat Wajah
Jika kemarin di Kompas tv ada wawancara dengan ahli membaca bentuk tulisan sesorang -grafologi-. atas tulisan tangan Pak Sambo.
Maka  agar tidak njlimet, biarlah saya menjadi pembaca wajah anak-anak saya di sini.
Wajah yang ceria, berjalan sambil ngobrol, muka segar, bau harum tercecer di belakang. Itu nampak ketika pagi hari mereka berangkat ke madrasah. Itu penanda mereka bahagia dengan posisi motivasi pada angka sembilan.
Dini hari, wajah awut-awutan, muka di tekuk, mata membuka 20 derajat saja, dengan sajadah tergelar. Itu terbaca bahwa anak-anak bangun dini hari karena terpaksa dan hanya hadirkan raganya saja. Ha..ha…
Beda lagi ketika sore hari, jika selain hari Senin-Kamis, mereka membawa piring dengan kecepatan langkah posisi jarumnya middle. Nah kalau hari Senin-Kamis, kaki bergedebuk, sambil berlari ambil posisi antri barisan. Ini terbaca sore hari makan sore jika Senin Kamis dengan lauk istimewa penuh dengan protein hewani lele, udang, sosis, pindang, ayam, telur, plus es teh atau es cao. Nah, jika haria biasa, maka menu juga biasa, Hhmmm.
Yang paling bikin gemess adalah, Jumat jelang siang, santri putra, wajah segar, rambut basah aroma segar shampoo, memakai baju takwa putih, bersarung, berkopyah, berjalan cepat, berjajar berbanjar membentuk barisan menuju masjid agung kota.
Wuiihhhh real estetic, serasa aroma surga hadir di dunia.
Itu penanda anak-anak bersuka ria berkesempatan keluar area pesantren, memanjakan pandangan dengan pemandangan di sekitar alun-alun, view kafe sepanjang jalan. Meski hanya lewat sambil melirik.
Demikian yang dapat saya laporkan kepada anda tentang situasi terkini gambar wajah anak-anak disini.
Selamat melanjutkan aktifitas, Salam sehat bahagia.
Wassalam
(aa)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *