Dauroh Aswaja MTs Terpadu Roudlotul
Qur’an: Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya
MTs Terpadu Roudlotul Qur’an kembali menunjukkan
komitmennya dalam membentuk generasi berkarakter melalui kegiatan Dauroh Aswaja
yang mengusung tema “Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya.” Kegiatan ini
diikuti oleh siswa kelas IX dengan penuh antusias sebagai bekal pemahaman
ke-NU-an sekaligus penguatan identitas sebagai generasi Nahdliyin.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Ibu
Mar’atus Sulistyo. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya generasi
muda mengenal dan memahami identitas sebagai warga Nahdliyin. Tidak hanya
sebatas pengetahuan, namun juga harus mampu mempraktikkan nilai-nilai Aswaja
dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga memberikan motivasi agar para siswa
senantiasa memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama,
bangsa, dan masyarakat.
Kegiatan dauroh ini menghadirkan narasumber hebat yang
aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama, yaitu:
- Ust.
Ubaidillah, S.Pd, seorang kepala madrasah berprestasi
- Ust.
Syaifudin, S.Pd.I., M.A, penyuluh agama sekaligus guru di Madin Al Amin
- Gus
Ulil Albab, S.H.I., M.Pd, dosen di UNISLA
Dauroh dibagi menjadi tiga sesi yang menarik dan
interaktif.
Pada sesi pertama, Ust. Ubaidillah menyampaikan materi
tentang pengertian Aswaja dengan gaya yang komunikatif. Penyampaian yang ringan
dan mudah dipahami membuat peserta aktif terlibat dalam diskusi dan tanya
jawab. Ust Ubaidillah juga memberikan motivasi sebagai santri harus punya
branding. Para peserta menyimak penejelasan beliau dengan seksama.
Memasuki sesi kedua, Ust. Syaifudin menghadirkan
suasana yang lebih hidup dengan gaya penyampaian yang penuh semangat. Interaksi
dengan peserta semakin meningkat melalui pemberian reward bagi siswa yang
berani menjawab pertanyaan, sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan dan
partisipatif. Pada sesi ini membahas apa saja ciri warga nahdliyin.
Sebelum sesi terakhir, peserta diberikan waktu
istirahat (break) untuk menyegarkan kembali konsentrasi.
Pada sesi ketiga, Gus Ulil Albab membawakan materi
tentang “Menjadi Remaja NU yang Keren, Toleran, dan Cinta Indonesia.”
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa remaja NU harus tetap teguh
menjaga nilai-nilai Aswaja di tengah derasnya arus modernisasi. Remaja tidak
hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi
agen perubahan yang tetap berpegang pada tradisi dan nilai luhur Nahdlatul
Ulama.
Kegiatan dauroh ini diharapkan mampu memberikan
pemahaman yang mendalam kepada peserta tentang Aswaja serta menumbuhkan
semangat untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, tema “Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya” benar-benar
terwujud dalam diri setiap siswa sebagai generasi penerus bangsa yang
berkarakter, toleran, dan berdaya saing. (23/05/2026)