Lewati ke konten utama
Logo Roudlotul Quran Lamongan

Dauroh Aswaja MTs Terpadu Roudlotul Qur’an: Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya

Dauroh Aswaja MTs Terpadu Roudlotul Qur’an: Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya
24 May 2026 admin MTs Terpadu RQ

Dauroh Aswaja MTs Terpadu Roudlotul Qur’an: Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya

MTs Terpadu Roudlotul Qur’an kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi berkarakter melalui kegiatan Dauroh Aswaja yang mengusung tema “Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya.” Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IX dengan penuh antusias sebagai bekal pemahaman ke-NU-an sekaligus penguatan identitas sebagai generasi Nahdliyin.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Ibu Mar’atus Sulistyo. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya generasi muda mengenal dan memahami identitas sebagai warga Nahdliyin. Tidak hanya sebatas pengetahuan, namun juga harus mampu mempraktikkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga memberikan motivasi agar para siswa senantiasa memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Kegiatan dauroh ini menghadirkan narasumber hebat yang aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama, yaitu:

  • Ust. Ubaidillah, S.Pd, seorang kepala madrasah berprestasi
  • Ust. Syaifudin, S.Pd.I., M.A, penyuluh agama sekaligus guru di Madin Al Amin
  • Gus Ulil Albab, S.H.I., M.Pd, dosen di UNISLA

Dauroh dibagi menjadi tiga sesi yang menarik dan interaktif.

Pada sesi pertama, Ust. Ubaidillah menyampaikan materi tentang pengertian Aswaja dengan gaya yang komunikatif. Penyampaian yang ringan dan mudah dipahami membuat peserta aktif terlibat dalam diskusi dan tanya jawab. Ust Ubaidillah juga memberikan motivasi sebagai santri harus punya branding. Para peserta menyimak penejelasan beliau dengan seksama.

Memasuki sesi kedua, Ust. Syaifudin menghadirkan suasana yang lebih hidup dengan gaya penyampaian yang penuh semangat. Interaksi dengan peserta semakin meningkat melalui pemberian reward bagi siswa yang berani menjawab pertanyaan, sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan dan partisipatif. Pada sesi ini membahas apa saja ciri warga nahdliyin.

Sebelum sesi terakhir, peserta diberikan waktu istirahat (break) untuk menyegarkan kembali konsentrasi.

Pada sesi ketiga, Gus Ulil Albab membawakan materi tentang “Menjadi Remaja NU yang Keren, Toleran, dan Cinta Indonesia.” Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa remaja NU harus tetap teguh menjaga nilai-nilai Aswaja di tengah derasnya arus modernisasi. Remaja tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang tetap berpegang pada tradisi dan nilai luhur Nahdlatul Ulama.

Kegiatan dauroh ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang mendalam kepada peserta tentang Aswaja serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tema “Tradisi Terjaga, Generasi Berkarya” benar-benar terwujud dalam diri setiap siswa sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter, toleran, dan berdaya saing. (23/05/2026)


Bagikan: