Lewati ke konten utama
Logo Yayasan Roudlotul Qur'an

OBIBA ke-XIX 2026: Generasi Qur’ani Unggul dalam Bahasa, Sains, dan Akhlak

OBIBA ke-XIX 2026: Generasi Qur’ani Unggul dalam Bahasa, Sains, dan Akhlak
21 Oct 2026 admin MTs. Terpadu RQ

OBIBA ke-XIX 2026: Mencetak Generasi Qur’ani yang Unggul dalam Bahasa, Sains, dan Akhlak


Lamongan — MTs Terpadu Roudlotul Qur’an menyelenggarakan Olimpiade Bahasa Inggris dan Bahasa Arab (OBIBA) ke-XIX pada Ahad, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 484 peserta tingkat SD/MI dari wilayah Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi akademik, meningkatkan keterampilan berbahasa, serta menumbuhkan semangat berkompetisi sejak dini.

OBIBA ke-XIX menghadirkan delapan cabang perlombaan, yaitu Speech, Story Telling, Spelling Bee, English Smart Contest, Arabic Smart Contest, Olimpiade IPA, Olimpiade Matematika, dan Olimpiade Sains. Berbagai kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan, mengasah daya pikir, serta meningkatkan kepercayaan diri.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MTs Terpadu Roudlotul Qur’an dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan prestasi akademik, penguasaan bahasa, pembentukan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Penguasaan Bahasa Inggris dan Arab sebagai Bekal Masa Depan

Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an sekaligus Ketua Yayasan Roudlotul Qur’an, KH. S. Muhaimin, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab menjadi salah satu fokus pendidikan di MTs Terpadu Roudlotul Qur’an.

Menurut beliau, kedua bahasa tersebut memiliki peran penting dalam memperluas wawasan dan membuka peluang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke luar negeri.

Beliau berharap OBIBA ke-XIX tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memotivasi peserta untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani meraih cita-cita.

Beliau juga berharap para peserta yang mengikuti perlombaan dapat melanjutkan pendidikan di MTs Terpadu Roudlotul Qur’an. Di madrasah tersebut, para siswa akan mendapatkan bimbingan dari para ustaz dan ustazah untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan bahasa, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kepala Kemenag Lamongan Apresiasi Pendidikan Roudlotul Qur’an

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. Mohammad Muhlisin Mufa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan lembaga pendidikan Roudlotul Qur’an. Beliau mengibaratkan lembaga tersebut sebagai “emas 24 karat” di tengah Kota Lamongan karena memiliki visi pendidikan yang memadukan keberhasilan dunia dan akhirat.

Menurut beliau, visi tersebut selaras dengan doa yang kerap dipanjatkan umat Islam, yaitu Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar, yang berarti memohon kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan perlindungan dari siksa neraka.

Beliau juga menyoroti sejumlah program pendidikan yang dikembangkan Roudlotul Qur’an, di antaranya program piloting Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Sistem Kredit Semester (SKS). Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang inovatif dan berkualitas.

Kemampuan peserta didik dalam menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab turut menjadi hal yang beliau apresiasi. Penguasaan kedua bahasa tersebut merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, mengakses ilmu pengetahuan, dan menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Beliau menilai keberadaan MTs Terpadu di bawah naungan Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an semakin memperkuat pilihan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pembelajaran agama. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan pendidikan, lembaga ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan memiliki keimanan yang kuat.

Pendidikan Agama Menjadi Fondasi Menghadapi Tantangan Era Digital


Dalam sambutannya, H. Mohammad Muhlisin Mufa juga mengingatkan bahwa mendidik anak pada era digital memiliki tantangan tersendiri. Penggunaan telepon pintar atau handphone yang semakin intensif menjadi salah satu tantangan bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Beliau menggambarkan kondisi tersebut sebagai persaingan antara orang tua dan penggunaan gawai dalam merebut perhatian anak. Karena itu, orang tua perlu bijak dalam memilih lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama, membangun karakter, dan membiasakan perilaku yang baik.

Menurut beliau, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada keberhasilan duniawi. Penanaman keimanan, pembentukan akhlak, dan pembiasaan menjalankan ajaran agama merupakan bekal penting bagi anak dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus mempersiapkan kehidupan akhirat.

Beliau berharap Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an beserta lembaga pendidikan di bawah naungannya dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam keimanan, dan mulia dalam akhlak.

Beliau juga mengajak orang tua untuk cermat dalam memilih lembaga pendidikan dengan mempertimbangkan kualitas pembelajaran, lingkungan pergaulan, serta penguatan pendidikan agama. Pendidikan yang baik merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak dan generasi penerus.

OBIBA ke-XIX Menjadi Wadah Mengembangkan Potensi dan Prestasi

Keikutsertaan 484 peserta dari Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro menunjukkan antusiasme pelajar dalam mengembangkan kemampuan dan mengukur potensi diri melalui kompetisi. Cabang Speech, Story Telling, dan Spelling Bee menjadi sarana untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggris, keberanian berbicara, serta kemampuan menyampaikan gagasan. Sementara itu, English Smart Contest dan Arabic Smart Contest memberikan ruang bagi peserta untuk menguji pemahaman dan penguasaan kedua bahasa tersebut.

Adapun Olimpiade IPA, Olimpiade Matematika, dan Olimpiade Sains mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis. Dengan demikian, OBIBA ke-XIX tidak hanya berfokus pada keterampilan bahasa, tetapi juga mendukung pengembangan potensi akademik secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, MTs Terpadu Roudlotul Qur’an berharap para peserta semakin termotivasi untuk belajar, berprestasi, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang madrasah tsanawiyah. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan lingkungan pendidikan madrasah yang memadukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter Islami.


Penyelenggaraan OBIBA ke-XIX 2026 menjadi salah satu ikhtiar MTs Terpadu Roudlotul Qur’an dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang memiliki wawasan luas, kompetensi bahasa yang baik, kemampuan akademik yang unggul, serta akhlak yang mulia.

Dengan semangat pendidikan yang berorientasi pada kebaikan dunia dan akhirat, MTs Terpadu Roudlotul Qur’an berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Bagikan: