Lewati ke konten utama
Logo Roudlotul Quran Lamongan

Sosialisasi P3LP Puskesmas Lamongan

Sosialisasi P3LP Puskesmas Lamongan
28 Apr 2026 admin MTs Terpadu RQ

Pada hari Kamis, 9 April 2026, MTs. Terpadu Roudlotul Qur’an menggelar kegiatan Sosialisasi Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) bekerja sama dengan Puskesmas Lamongan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian madrasah terhadap kesehatan mental peserta didik yang kini semakin menjadi perhatian penting di dunia pendidikan.

Sosialisasi berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh siswa-siswi, guru, serta tenaga kependidikan. Dalam kegiatan ini, tim dari Puskesmas Lamongan memberikan pemahaman mendalam mengenai luka psikologis, yaitu kondisi emosional yang tidak terlihat secara fisik namun memiliki dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari, khususnya dalam proses belajar dan perkembangan remaja.

Peserta dikenalkan dengan berbagai tanda awal gangguan psikologis, seperti perubahan suasana hati yang drastis, kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, hingga menurunnya motivasi belajar. Tidak hanya itu, siswa juga dibekali dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama, seperti mendengarkan dengan empati, memberikan dukungan emosional, serta menghindari sikap menghakimi terhadap individu yang sedang mengalami kesulitan.

Dalam pemaparannya, tim narasumber juga menjelaskan bahwa luka psikologis dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari tekanan akademik, permasalahan keluarga, hingga interaksi sosial yang kurang sehat. Oleh karena itu, penting bagi seluruh warga sekolah untuk memiliki kesadaran dan keterampilan dasar dalam menciptakan lingkungan yang suportif dan ramah secara emosional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta budaya saling peduli di lingkungan madrasah, di mana setiap individu merasa aman untuk berbagi dan mendapatkan dukungan. MTs. Terpadu Roudlotul Qur’an terus berkomitmen tidak hanya dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang baik, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan bijak.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik—menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual demi tumbuh kembang siswa yang optimal.


Bagikan: