Lewati ke konten utama
Logo Yayasan Roudlotul Qur'an

Loving the wounded soul

Sampul buku Loving the wounded soul
Penulis Regis Machdy
Kategori Self improvement
Terbit 23 Sep 2019
Resensi oleh Siti Mutmainah,S.Pd
Dilihat 24x

RESENSI BUKU

 

LOVING THE WOUNDED SOUL

 

Oleh: Siti Mutmainah, S.Pd.

 

A. Identitas Buku

 

Judul: Loving the Wounded Soul

Penulis: Regis Machdy

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2019

Tebal Buku: 287 halaman

Genre: Psikologi dan pengembangan diri

 

B. Orientasi

 

Loving the Wounded Soul merupakan buku karya Regis Machdy yang membahas tentang depresi dan kesehatan mental. Buku ini cukup menarik karena penulis membahas depresi tidak hanya berdasarkan ilmu psikologi, tetapi juga berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya sendiri.

 

Judul Loving the Wounded Soul memiliki makna yang cukup dalam. Secara sederhana, judul tersebut dapat dimaknai sebagai belajar menerima dan menyayangi diri yang sedang terluka. Dari judulnya saja, pembaca sudah dapat melihat bahwa buku ini tidak hanya membahas masalah kesehatan mental, tetapi juga mengajak pembaca untuk lebih memahami dirinya sendiri.

 

C. Tafsiran

 

Dalam buku ini, Regis Machdy menjelaskan bahwa depresi bukan hanya rasa sedih yang muncul sesekali. Depresi merupakan kondisi yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor dari dalam diri, pengalaman hidup, lingkungan, maupun hubungan sosial dapat berpengaruh terhadap kondisi seseorang.

 

Hal yang membuat buku ini berbeda adalah penulis menggabungkan penjelasan berdasarkan ilmu psikologi dengan pengalaman pribadinya. Dengan begitu, pembaca tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dapat melihat bagaimana suatu masalah kesehatan mental dapat dirasakan dalam kehidupan nyata.

 

Buku ini juga membahas bagaimana masyarakat sering kali salah memahami depresi. Ada orang yang menganggap seseorang yang mengalami depresi hanya kurang bersyukur, kurang kuat, atau terlalu banyak berpikir. Padahal, masalah kesehatan mental tidak sesederhana itu.

 

Melalui pembahasannya, penulis mengajak pembaca untuk lebih terbuka dalam melihat kesehatan mental. Kita juga diajak memahami bahwa seseorang yang terlihat baik-baik saja belum tentu benar-benar sedang baik-baik saja.

 

D. Evaluasi

 

Menurut saya, kelebihan utama buku ini adalah pembahasannya yang cukup lengkap dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengalaman pribadi penulis membuat isi buku terasa lebih nyata dan tidak seperti membaca teori psikologi saja.

 

Bahasa yang digunakan juga cukup mudah dipahami, walaupun ada beberapa istilah psikologi yang mungkin membutuhkan perhatian lebih untuk memahaminya. Buku ini juga memberikan wawasan bahwa kesehatan mental merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan.

 

Kelebihan lainnya adalah buku ini dapat menumbuhkan rasa empati. Setelah membaca buku ini, pembaca dapat lebih berhati-hati dalam menilai seseorang karena kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami orang tersebut.

 

Namun, buku ini juga memiliki kekurangan. Beberapa bagian terasa cukup berat dan serius sehingga mungkin kurang cocok bagi pembaca yang menginginkan bacaan ringan. Jumlah halamannya juga cukup banyak sehingga membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya.

 

E. Rangkuman Evaluatif

 

Secara keseluruhan, Loving the Wounded Soul merupakan buku yang memberikan banyak pengetahuan sekaligus mengajak pembaca untuk melihat kesehatan mental dari sudut pandang yang lebih manusiawi.

 

Hal yang paling saya dapatkan dari buku ini adalah pentingnya memahami diri sendiri dan orang lain. Kita tidak seharusnya langsung menghakimi seseorang hanya berdasarkan apa yang terlihat. Setiap orang mempunyai masalah, pengalaman, dan cara menghadapi kehidupan yang berbeda.

 

Buku ini juga membuat saya menyadari bahwa meminta bantuan ketika sedang menghadapi masalah bukan berarti seseorang itu lemah. Justru, memahami kondisi diri dan berusaha mencari jalan keluar merupakan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.

 

F. Kesimpulan

 

Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy merupakan buku yang cocok dibaca oleh remaja maupun orang dewasa yang ingin menambah wawasan tentang kesehatan mental, khususnya depresi.

 

Menurut saya, buku ini memberikan pesan yang penting bahwa kita perlu belajar menerima diri sendiri, memahami orang lain, dan tidak mudah memberikan penilaian. Tidak semua luka dapat terlihat dari luar.

 

Pada akhirnya, buku ini mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki luka dan perjuangannya masing-masing. Karena itu, memahami sebelum menghakimi dan peduli sebelum menilai merupakan sikap yang penting dalam kehidupan sehari-hari.