MANFAAT & TANTANGAN PENGGUNAAN AI
bagi Guru & Peserta Didik di Era Society 5.0
Sumber: Journal of Innovation and Teacher Professionalism, 3(2), 488–494.
1. Konteks Era Society 5.0
- Era Society 5.0 memadukan kecanggihan teknologi (AI, Big Data, IoT) dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
- AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan.
2. Manfaat AI dalam Pendidikan
Bagi Guru
1. Personalisasi dan Pembelajaran Adaptif
Menganalisis pola belajar dan memprediksi kinerja peserta didik untuk intervensi yang tepat.
2. Efisiensi Evaluasi dan Administrasi
Mempercepat penilaian tugas dan persiapan materi.
Contoh alat: ChatGPT, Gemini, Canva AI, Kahoot.
Bagi Peserta Didik
1. Akses Belajar Mandiri dan Fleksibel
Belajar kapan saja dan di mana saja (lifelong learning).
2. Peningkatan Keterampilan
Bantuan bahasa, tata bahasa, dan pemecahan soal rumit.
3. Motivasi Belajar
Pembelajaran berbasis gamifikasi meningkatkan keterlibatan dan kolaborasi.
Contoh alat: Duolingo, Grammarly, WolframAlpha.
3. Tantangan dan Risiko
1. Khawatir Peran Guru Tergantikan
AI tidak memiliki empati, pembentukan karakter, dan interaksi humanis yang esensial.
2. Ketergantungan Teknologi
Penggunaan tanpa pengawasan berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis, analisis mendalam, dan rasa percaya diri.
3. Berkurangnya Interaksi Sosial
Berpotensi menghambat pembentukan nilai-nilai karakter, seperti gotong royong dan kejujuran.
4. Solusi
AI harus diposisikan sebagai alat bantu (tool), bukan pengganti interaksi manusiawi.
Perlu sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat untuk mendampingi peserta didik agar menggunakan AI secara bijak dan etis.
Pesan Penutup
“Gunakan AI dengan bijak, untuk pendidikan yang lebih baik dan manusiawi.”
Oleh: Dewi Rahmawati, S.Pd.
Guru TIK, MTs Terpadu Roudlotul Qur’an