(Puisi)
GURU PJOK: MENANAM LANGKAH, MENUAI MASA DEPAN
Di setiap peluit yang nyaring terdengar,
bukan sekadar aba-aba yang menggema,
melainkan panggilan untuk berani melangkah,
menjadi insan yang sehat jiwa dan raga.
Aku mengajar bukan hanya tentang berlari,
bukan pula sekadar menghitung putaran lapangan,
aku mengajarkan arti bangkit setelah terjatuh,
dan tersenyum meski peluh menjadi teman.
Di lapangan, semua belajar setara,
menang bukan alasan menyombongkan diri,
kalah bukan akhir dari perjuangan,
karena sportivitas lebih tinggi daripada sebuah piala.
Setiap gerak adalah bahasa kehidupan,
setiap permainan adalah pelajaran kebersamaan,
setiap latihan adalah jalan menuju ketangguhan,
dan setiap keringat adalah saksi sebuah harapan.
Sebagai guru PJOK,
aku percaya pendidikan tak hanya lahir dari buku,
namun juga dari langkah yang tegap,
dari napas yang teratur,
dari tubuh yang sehat,
dan hati yang berkarakter.
Kelak mereka mungkin lupa skor pertandingan,
namun semoga mereka selalu ingat,
bahwa disiplin, kerja sama, kejujuran,
dan pantang menyerah adalah kemenangan yang sesungguhnya.
Inilah duniaku...
Mengajar dengan gerak,
Mendidik dengan teladan,
Menginspirasi melalui olahraga,
Demi lahirnya generasi Indonesia yang kuat, sehat, dan bermartabat